Cara Menulis Berita (Straight News)
1. JUDUL
Judul berita harus mencerminkan isi dan berupa kalimat lengkap (minimal subjek dan predikat dalam rumus kalimat SPOK = Subjek, Predikat, Objek Keterangan.
Contoh Judul Berita:
Warga X Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga Sembako
Judul tersebut terdiri dari Subjek (Warga X), Predikat (Gelar Aksi) Objek (Harga Sembako) Keterangan (Naik).
Gempa Magnitudo 4.5 (S) Guncang (P) Sumbawa (O)
2. TERAS BERITA (LEAD)
Teras adalah bagian awal naskah berita setelah judul atau setelah baris tanggal, baris penulis dan tempat. Teras berita umumnya diawali dengan unsur WHO (Siapa) atau WHAT (Apa) diikuti unsur WHERE (tempat) dan WHEN (Waktu).
Unsur lainnya (WHY, HOW) biasanya dituangkan di tubuh berita (news body).
Contoh Lead:
Sejumlah warga masyarakat X melakukan aksi unjukrasa, Senin (10/6) di depan Gedung DPRD X, menolak rencana kenaikan harga Sembako.
Teras di atas merupakan jenis teras lead summary, yaitu teras yang meringkas inti berita, dengan menggunakan unsur WHO diikuti WHAT, WHEN, dan WHY.
Jenis teras ringkasan paling umum dan paling mudah digunakan dalam menulis teras berita.
Rumusannya sebagai berikut:
WHO does WHAT, WHEN, WHERE, WHY, and HOW
SIAPA melakukan APA, KAPAN, DI MANA, MENGAPA, dan BAGAIMANA
Siapa = Pelaku, Subjek, Nama Orang, Nama Lembaga
Apa = nama kegiatan, nama perbuatan, nama kelakuan, nama aktivitas
Kapan = cukup tulis nama hari plus tanggal dalam kurung: Sabtu (4/11/2018). Tidak usah “pada hari Sabtu tanggal 4 November 2018”.
Di mana = nama tempat, misalnya “di lapangan Gajah Mada”, “di Kantor Bupati”, . Tidak usah menggunakan kata-kata “bertempat di” atau “berlokasi di”
Mengapa = latar belakang peristiwa/acara, tujuan acara, penyebab kejadian. Misalnya: … untuk menuntut turunnya harga Sembako.
Bagaimana = proses kejadiannya, detail peristiwa, misalnya jumlah yang hadir, isi pembicaraan, suasana acara, dsb.
3. ISI BERITA (NEWS BODY)
Isi berita hanya melanjutkan teras. Biasanya memaparkan secara detail unsur WHY dan HOW, yaitu latar belakang, penyebab, pemicu, tujuan, suasana, proses, kronologi, dan sebagainya, termasuk kutipan ucapan narasumber berita.
Berikut ini contoh isi berita (dimulai dari alinea kedua):
Sejumlah warga masyarakat X melakukan aksi unjukrasa, Senin (10/6) di depan Gedung DPRD X, menolak rencana kenaikan harga Sembako.
Kebijakan pemerintah menaikan harga Sembako dianggap memberatkan masyarakat, termasuk warga masyarakat X.
“Kami masyarakat akan terus menggelar unjukrasa menuntut pemerintah menurunkan harga Sembako," kata Koordinator Aksi, Namanya.
Ia menambahkan, banyak kebijakan pemerintah yang dianggap memberatkan masyarakat di awal 2019 ini, selain harga Sembako naik yang disusul rencana naiknya harga BBM.
Judul berita harus mencerminkan isi dan berupa kalimat lengkap (minimal subjek dan predikat dalam rumus kalimat SPOK = Subjek, Predikat, Objek Keterangan.
Contoh Judul Berita:
Warga X Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga Sembako
Judul tersebut terdiri dari Subjek (Warga X), Predikat (Gelar Aksi) Objek (Harga Sembako) Keterangan (Naik).
Gempa Magnitudo 4.5 (S) Guncang (P) Sumbawa (O)
2. TERAS BERITA (LEAD)
Teras adalah bagian awal naskah berita setelah judul atau setelah baris tanggal, baris penulis dan tempat. Teras berita umumnya diawali dengan unsur WHO (Siapa) atau WHAT (Apa) diikuti unsur WHERE (tempat) dan WHEN (Waktu).
Unsur lainnya (WHY, HOW) biasanya dituangkan di tubuh berita (news body).
Contoh Lead:
Sejumlah warga masyarakat X melakukan aksi unjukrasa, Senin (10/6) di depan Gedung DPRD X, menolak rencana kenaikan harga Sembako.
Teras di atas merupakan jenis teras lead summary, yaitu teras yang meringkas inti berita, dengan menggunakan unsur WHO diikuti WHAT, WHEN, dan WHY.
Jenis teras ringkasan paling umum dan paling mudah digunakan dalam menulis teras berita.
Rumusannya sebagai berikut:
WHO does WHAT, WHEN, WHERE, WHY, and HOW
SIAPA melakukan APA, KAPAN, DI MANA, MENGAPA, dan BAGAIMANA
Siapa = Pelaku, Subjek, Nama Orang, Nama Lembaga
Apa = nama kegiatan, nama perbuatan, nama kelakuan, nama aktivitas
Kapan = cukup tulis nama hari plus tanggal dalam kurung: Sabtu (4/11/2018). Tidak usah “pada hari Sabtu tanggal 4 November 2018”.
Di mana = nama tempat, misalnya “di lapangan Gajah Mada”, “di Kantor Bupati”, . Tidak usah menggunakan kata-kata “bertempat di” atau “berlokasi di”
Mengapa = latar belakang peristiwa/acara, tujuan acara, penyebab kejadian. Misalnya: … untuk menuntut turunnya harga Sembako.
Bagaimana = proses kejadiannya, detail peristiwa, misalnya jumlah yang hadir, isi pembicaraan, suasana acara, dsb.
3. ISI BERITA (NEWS BODY)
Isi berita hanya melanjutkan teras. Biasanya memaparkan secara detail unsur WHY dan HOW, yaitu latar belakang, penyebab, pemicu, tujuan, suasana, proses, kronologi, dan sebagainya, termasuk kutipan ucapan narasumber berita.
Berikut ini contoh isi berita (dimulai dari alinea kedua):
Sejumlah warga masyarakat X melakukan aksi unjukrasa, Senin (10/6) di depan Gedung DPRD X, menolak rencana kenaikan harga Sembako.
Kebijakan pemerintah menaikan harga Sembako dianggap memberatkan masyarakat, termasuk warga masyarakat X.
“Kami masyarakat akan terus menggelar unjukrasa menuntut pemerintah menurunkan harga Sembako," kata Koordinator Aksi, Namanya.
Ia menambahkan, banyak kebijakan pemerintah yang dianggap memberatkan masyarakat di awal 2019 ini, selain harga Sembako naik yang disusul rencana naiknya harga BBM.
Comments
Post a Comment